Jurnal9 Update
You are here: Home / Program / Jurnal 9 / Info Nadhliyin / Pelantikan PCNU Mojokerto, PWNU Berharap PCNU Tidak Menjadikan NU Sebagai Alat
Pelantikan PCNU Mojokerto, PWNU Berharap PCNU Tidak Menjadikan NU Sebagai Alat

Pelantikan PCNU Mojokerto, PWNU Berharap PCNU Tidak Menjadikan NU Sebagai Alat

Mojokerto, TV9 Surabaya -

Jajaran pengurus PCNU kota Mojokerto resmi dilantik oleh Pengurus Wilayah di halaman kantor PCNU. Para pengurus dihimbau untuk selalu mengemban amanat yang diwariskan oleh para ulama’ pendiri Nahdlatul Ulama’. Mereka diharapkan untuk tidak menjadikan NU sebagai alat untuk mencari keuntungan pribadi.

Ketua tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH. Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah yang hadir dalam pelantikan PCNU kota Mojokerto menyatakan, para ulama’ merupakan owner atau pemilik Nahdlatul Ulama. NU didirikan ulama-ulama yang
meneruskan perjuangan Islam ala Wali Songo.

Karena itu, siapa saja yang menjadikan NU sebagai ajang untuk mencari keuntungan pribadi, akan dilaknat Allah, Rasul dan para Wali. Pernyataan Kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo itu, disampaikan saat memberikan pidato pelantikan Pengurus Cabang NU kota Mojokerto di halaman kantor PCNU kota Mojokerto, jalan Suromulang Raya kota Mojokerto.

KH. Mutawakkil menyampaikan hal itu guna memberi bekal mental pada para pengurus NU cabang kota Mojokerto yang baru dilantik. Dengan mengutip kitab “Karamatul Auliya” karya Abu Muhammad Al-Hasan bin Muhammad bin Al-Hasan Al-Khollal, KH. Mutawakkil menjelaskan makna Wali Allah.

Menurut KH. Mutawakkil, para Wali Allah memiliki “walayah” yang berasal dari Allah, sehingga siapa saja yang mempermainkan wali maupun organisasi penerus ajaran para wali seperti NU, maka akan terlaknat di dunia dan akhirat.

KH. Hasan Mutawakkil juga meminta PCNU kota Mojokertountuk meningkatkan pengabdian pada masyarakat serta menjaga akidah dan syariah umat Islam. Dalam acara ini, KH. Muhammad Sholeh Hasan dilantik sebagai ketua tanfidziyah.

Sedang KH. Rofi’i Ismail dilantik sebagai rois syuriyah PCNU kota Mojokerto. Terkait Pilwali kota Mojokerto, Agustus mendatang, ketua tanfidziyah PCNU kota Mojokerto, KH. Muhammad Sholeh Hasan menyatakan NU pada posisi netral. Sebab ada tiga kader NU yang maju dalam Pilwali. Ketiganya Ayub Busono, Mas’ud
Yunus dan Rusyad Manfaluti. Ketiganya mencalonkan sebagai walikota Mojokerto.

Muhamad Mufid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top