Jurnal9 Update
You are here: Home / Program / Dakwah / Kiswah / Batasan Hubungan Intim Sewaktu Istri Haid
Batasan Hubungan Intim Sewaktu Istri Haid

Batasan Hubungan Intim Sewaktu Istri Haid

Pertanyaan:

Assalamu‘alaikum Wr Wb Ustadz Navis yang terhormat, saya ingin mendapatkan penjelasan mengenai sebagian dari hubungan suami istri yang selama ini saya pahami:

1.     Apakah memang dibenarkan suami istri berhubungan badan di masa si istri dalam keadaan haid selama tidak terjadi pertemuan sperma dengan ovum (kalau tidak salah bahasa agamanya jimak)?

2.     Pengertian dari ayat yang melarang berhubungan dengan istri yang lagi haid apakah dalam artian keseluruhan termasuk meski tanpa adanya pertemuan sperma ataukah diartikan dalam ruang yang lebih sempit yakni selama tidak ada pertemuan sperma tetap dibolehkan (boleh berhubungan suami istri)?

3.     Mungkinkah ini bisa berhubungan dengan larangan menyentuh wanita apabila sudah dalam keadaan wudlu tetapi pada praktiknya Nabi pernah mencium istrinya padahal sudah berwudlu dan pernah memindahkan kaki istri sewaktu menghalangi sujud Nabi saat shalat malam?

4.     Pernah saya dengar ada hadis yang mengajarkan doa sebelum berhubungan suami istri.

Terima kasih atas jawabannya. Wassalam..

Anwar,

Wonoayu Sidoarjo

 

Jawaban:

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Mas Anwar yang saya hormati. Masalah hubungan suami istri sudah  dijelaskan dalam Al Quran dan Hadits. Ada beberpa aturan dalam hubungan suami istri agar mencapai hakikat kebahagiaan dan terhindar dari perbuatan kotor, di antaranya hendaknya menghindari pada saat haid sebagaimana dijelaskan dalam   surat Al Baqarah ayat 222,  yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid (menstruasi).  Katakanlah: ” haid itu adalah kotoran. oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka suci maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.  Sesungguhnya Allah menyukai orang- orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

Mas Anwar, berdasarkan firman Allah tersebut dapat pengasuh jelaskan pertanyaan Anda sebagai berikut:

1.     Tidak dibenarkan hubungan suami istri dalam arti jimak atau koitus ( maaf, memasukkan penis ke dalam vagina) walaupun tidak sampai bertemu sperma  dengan ovum. Dan jika itu dilakukan hukumnya haram wajib bertaubat dan beristighfar kepada Allah,  bahkan menurut pendapat imam Ahmad bin Hanbal juga wajib bayar kaffarat  dengan membayar  1 dinar = 4 gram emas.

2.     Wanita yang sedang haid bukan tidak boleh sama sekali ‘didekati’  oleh suaminya. Sebatas apa, suami boleh bersenang-senang?  Ada beberapa pendapat ulama’.

Pertama, pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik: bahwa suami boleh bercumbu dengan istri yang sedang  haid di luar batas antara pusar dan lutut.  Hal ini berdasarkan hadits dari Maimunah bahwa Beliau berkata: Rasulullah bercumbu dengan istrinya di luar sarung ( antara pusar dan lutut) sedangkan mereka sedang haid”. ( HR. Al Bukhari wa Muslim)

Kedua, Pendapat imam Syafii, bahwa boleh bercumbu dengan istri  yang sedang haid selain jimak atau  coitus. Hal ini berdasarkan beberapa hadits bahwa Rasulullah bersabda: ” lakukanlah  semua sesuatu kecuali nikah (jimak)”. Juga riwayat dari Masruq, Beliau

bertanya kepada Aisyah, apa yang diperbolehkan bagi laki-laki dari perempuan yang sedang haid? Siti Aisyah menjawab: “Semua sesuatu kecuali  jimak”. ( Syekh Ali As Shabuni. Tafsir Ayat al Ahkam. 1/298)

Mas Anwar, jadi, yang pasti dilarang itu jimak, coitus atau memasukkan penis ke dalam vagina walaupun tidak sampai bertemunya sperma dengan ovum. Adapun di luar itu diperbolehkan.

Kalau khawatir akan  melampaui batas, maka cukup di luar batas pusar dan lutut tapi kalau bisa menjaga untuk tidak terjadi jimak boleh

3.     Tidak  sama antara  larangan jimak bagi istri yang sedang haid dengan batalnya wudlu’ menyentuh perempuan bukan mahramnya termasuk istrinya sendiri. Karena dalilnya berbeda. Sedangkan dalil yang dijadikan landasan batalnya wudlu’ adalah Al Quran surat

An-Nisa ayat 43 yang artinya: ” … atau menyentuh perempuan…”.

Menurut imam Syafii sekedar menyentuh tanpa penghalang walaupun tidak syahwat itu batal wudlu’nya. Sedangkan menyentuh Rasul dengan istrinya mungkin ada penghalang makanya tidak batal.

4.     Ya Mas ada doanya, dan orang yang mau melakukan hubungan suami istri baca doa maka nanti kalau jadi anak, anaknya selamat dari godaan setan. Tolong dihafalkan mas ya dan dibaca sebelum melakukanya: doanya begini: ” Bismillahi  Allahumma Jannibnassyaithan wajannibissyaathana maa razaqtanaa”. Kalau  Anda tidak hafal bisa cukup baca: Bismillah ya Allah jauhkanlah setan dariku dan jauhkanlah setan dari yang  Engkau rizekikan kepadaku”.

Mas Anwar, pergaulilah istrimu dengan cara yang baik yang tidak melanggar syariat Allah dan lakukanlah sehingga mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan yang hakiki karena istrimu adalah ladang bagimu maka datangilah sesuai keinginanmu tapi semua itu tetap memperhatikan rambu rambu syariat Allah. Wallahu a’lam bisshawab. *

5 comments

  1. Assalammualaikum wr.wb

    saya mau bertanya tentang pengalaman saya pak ustadz.
    begini,istri saya biasa menstruasi selama 5-7 hr
    (seringnya 6hari slse)
    ketika wktu ashar hari ke 6,istri saya yakin sudah selesai menstruasiny,maka di putuskan untuk mandi besar.
    dan pada malam harinya kami berhubungan intim,ketika mau berganti posisi saya kaget,kemaluan saya ada bercak darah merah segar yg mungkin sisa2 darah haid istri saya,seketika itu pula kami beristighfar dan menghentikan aktivitas kami.

    yang menjadi pertanyaan,tetapkah kami wajib membayar kaffarat??
    mohon penjelasany..!!

  2. bayarny kaffaratny 1 dinar itu sama dengan berapa gram emas??ato berapa juta rupiah pda saat ini?
    trus byarny ke mana?
    apa bisa di byarkan ke tamziz,ato laziz??
    trimakasih sblumny.

  3. Sip ae tv songo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

96 − 87 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top